Pages

Sabtu, 28 Februari 2015

peranan indonesia dalam hubungan internasional




Peranan Indonesia Dalam Hubungan Internasional

1.      Keikut sertaan dalam setiap Operasi Pemeliharaan Perdamaian (OPP) dalam PBB.
2.      November tahun 2006 Indonesia mengirim Konga ke Libanon.
3.      Indonesia menjadi anggota di lebih dari 170 Organisasi Internasional.
4.      Selama tahun 2004, Pemerintah telah mengadakan serangkaian perundingan untuk mewujudkan MoU, yaitu :
a.       Antara RI dan Uni Emirat Arab (UEA) mengenai penempatan TKI ke UEA yang menegaskan hak dan kewajiban TKI dan pengguna jasa.
b.      RI dan Malaysia mengenai penempatan TKI di Sektor Formal ke Malaysia yang disadari oleh keinginan untuk menertibkan penempatan dan perlindungan TKI Sektor Formal di luar negeri.
c.       RI dan Korea Selatan tentang pengiriman TKI ke Korea Selatan yang mengatur proses rekrutmen, pengiriman dan pemulangan TKI.
5.      Indonesia memainkan sejumlah peran dalam Percaturan Internasional.
6.      Indonesia telah mengirimkan Kontingen Garudanya sampai dengan Kontingen Garuda yang ke duapuluh tiga (XXIII) ke negara-negara konflik.
7.      Peranan Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 18-24 April 1955
8.      Indonesia menjadi sponsor dan sekaligus tuan rumah diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung 1955, menjadi salah satu sponsor lahirnya Gerakan Non Blok, juga sponsor lahirnya Organisasi Regional Asia Tenggara “ASEAN” pada tanggal 8 agustus 1967 di Bangkok, Thailand
9.      Perselisihan antara Blok NATO dan fakta warsawa mendorong negara-negara Non Blok untuk melakukan peranan :
a.       Memperjuangkan perdamaian dunia
b.      Hidup berdampingan secara damai
c.       Memperkuat peranan negara-negara Non Blok di PBB
d.      Perjuangan melawan kolonialisme
e.       Menentang adanya pangkalan militer dan pasukan asing dari negara-negara besar di wilayah negara lain.
10.  Indonesia juga mempunyai sumbangan yang cukup berarti bagi penyelesaian sengketa yang terjadi di Kamboja dengan menyelenggarakan Pertemuan Informal Jakarta
11.  Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
12.  Indonesia menjadi anggota Badan Tenaga Atom Internasional
13.  Salah satu putra terbaik Indonesia juga pernah memegang jabatan Presiden Majelis Umun PBB yaitu Adam Malik pada tahun 1971


 Semoga bermanfaat bagi kalian semua.....


surat pembaca : toilet bersih


Contoh surat pembaca buatan saya tentang toilet bersih





Toilet Bersih
Toilet yang bersih adalah idaman para siswa di SMP N 1 Ajibarang. Kebersihan adalah tangung jawab semua warga di sekolah. Ketika buang air kadang di bak, air tidak ada jadi setelah buang air tidak disiram. Toilet jadi bau dan tidak nyaman, ditambah lagi dengan coretan-coretan di dinding. Dan ada juga yang buang sampah di dalam toilet. Siswa banyak yang protes dengan hal ini, tetapi siswa juga harus sadar bahwa toilet ini dahulu bersih, karena ulah tangan jail toiletnya sekarang kotor penuh dengan coretan di tembok. Pintu toilet banyak yang rusak terutama di toilet putra.

Saya berharap pihak sekolah menambah petugas kebersihan untuk membersihkan toilet yang kotor dan memperbaiki saluran air. Pihak sekolah seharusnya membuat tata tertib tentang menjaga kebersihan toilet, agar para siswa sadar akan kebersihan dan memberikan sanksi pagi siswa yang melanggar tata tertib. Pintu-pintu toilet putra juga harus di perbaiki.


Demikian semoga bermanfaat bagi kalian semua....

Sabtu, 14 Februari 2015

Cerpen Individu



 Kali ini saya akan memberikan cerpen karya saya sendiri.


Menulis cerpen
Tema : Sedang meyeberang Sungai, hamper terbawa arus yang sangat deras
Pokok cerita : Aku dan teman-teman pergi mendaki Gunung Slaka. Saat pulang, hujan deras datang dan kami harus melewati sungai yang arusnya sangat deras. Aku dan 2 orang temanku terbawa arus namun akhirnya kami bertiga bisa selamat dengan cara berpegangan pada bambu.
Kerangka
1)   Tahap pengenalan
       Aku dan 5 orang temanku sudah berjanji akan pergi mendaki Gunung Slaka.
2)   Tahap pemunculan konflik
    Pada saat pulang, hujan deras datang dan kami harus menyeberang Sungai yang arusnya sangat deras.
3)   Tahap klimaks
Saaat menyeberang Sungai, aku dan 2 orang temanku terpeleset dan terbawa arus yang sangat deras.
4)   Tahap penurunan konflik
Aku dan 2 orang temanku bisa selamat dengan cara berpegangan pada bambu dan debogan ( pohon pisang)
5)   Tahap penyelesaian
Setelah kejadian itu, kami berjanji tidak akan bermain jauh-jauh karena kami masih anak-anak.


v Pengembangan

KESENANGAN BERUBAH MENJADI KETEGANGAN

     Pada saat liburan, Aku dan 5 orang temanku sudah berjanji akan pergi mendaki Gunung Slaka. Aku baru saja mandi sudah di tunggu oleh temanku yaitu Doni, Agus, dan Ari.
     “ Ga, cepatlah waktu sudah mulai siang !” ucap Agus yang bernada marah.
     “ Iya tunggu sebentar Aku sarapan dulu.” Jawabku.
    Setelah sarapan, Aku langsung mengeluarkan jurus tangan kilat dan kaki seribu untuk mempersiapkan perlengkapan dan di masukan ketas. Setelah itu Aku pamit kepada Ibu secara terburu-buru.
     “ Bu, Aku mau pergi sama teman-teman? Assalamu’alaikum.” Ucapku yang sedang tergesa-gesa.
     “ Wa’alaikumsallam, ehhh mau kemana nak? Jangan jauh-jauh perginya?” teriak Ibu.
Namun Aku tidak menjawabnya karena Aku dan 3 orang temanku harus kerumah Asep dan Aji dahulu.
      Sesampainya di rumah Asep, Agus berteriak.
      “ Sep, ayo kita berangkat?” teriak Agus yang terkenal dengan suaranya yang keras, namun hatinya lembut.
 Doni memotong teriakan Agus.
    “ Gus, jangan teriak-teriak, tidak sopan tau. Kita harus salam dulu.” Ucap Doni.
Lalu kami berempat mengetuk pintu rumah Asep.
    “ Assalamu’alaikum.” Ucap kami.
Lalu terdengar suara Asep.
    “ Wa’alaikumsallam.” Jawab Asep.
     Ternyata di dalam rumah Asep sudah ada Aji yang sedang menunggu kita berempat.
   “ Sudah lama nunggu kita ya Sep, Ji?” Tanya Aku kepada Asep dan Aji.
   “ Ya lumayan, sudah ada 10 menit.” Jawab Aji.
     Lalu kami berenam berangkat dengan lancar tanpa halangan. Melewati persawahan, sungai, dan hutan. Sekitar 2,5 jam perjalanan akhirya kami sampai di puncak Gunung Slaka. Gunung Slaka itu adalah Gunung mati/ tidak aktif.
      “Akhirnya kita sampai juga, walaupun lelah sekali naiknya.” Ucap Aku.
 Sesampainya disana, kami berfoto bersama dan makan singkong bakar.
    “ Asep, Doni, Aji, kalian cari kayu bakar, nanti Aku, Ari, Agus yang mengupas singkongnya.” Ucap Aku kepada teman-temanku.
     Setelah selesai makan, bermain, dll, kami bersiap untuk pulang karena waktu sudah mulai sore.
  “ Sudah mulai sore, ayo kita pulang.” Ucap Asep.
  “ Ayo cepat, cuacanya mulai mendung,nanti malah hujan!! Ucap Aji dengan muka cemas.
          Akhirnya yang kami khawatirkan terjadi. Hujan yang sangat lebat datang, dan kami harus menyeberang sungai yang arusnya deras.
   “ Aduh, kan betul omonganku tadi. Hujan datang dan kita belum menyeberang.” Ucap Aji yang semakin cemas.
   “ Apa tidak ada jalan lain selain harus menyeberang kali(sungai) wadas ?” Tanya Ari kepada kami.
   “ Ada, tapi jalannya jauh banget. Kalau kita lewat jalan yang lain, nanti sampai rumah kemalaman.” Jawab Agus.
  “ Aduh, kalau kemalaman nanti Aku dimaraih Bapak dan Ibuku.” Jawab Doni.
  “ Ya terpaksa kita harus menyeberang.” Jawab Aku.
     Lalu kita menyeberang kali Wadas ini. Tiba-tiba Aku, Aji, dan Ari terpeleset dan terbawa arus yang sangat deras.
   “ Tolonggg…, Kita terbawa arus.” Teriak Aku, Aji, dan Ari.
Asep, Doni, dan Agus berniat menolong kami. Namun arus yang sangat deras membuat mereka tidak berani.
     Aku berdoa dalam hati dan berusaha memegang benda yang kuat untuk menyelamatkan diri. Setelah sekitar 50 meter terbawa arus, Aku akhirnya bisa selamat dengan cara berpegangan pada bambu. Doni dan agus berusaha menyelamatkan Aji dan Ari, sedangkan Asep menariku dari sungai ke daratan.
   “ Pegang tanganku yang kuat Ga, jangan sampai lepas !” Ucap Asep kepada Aku.
Disaat yang bersamaan Doni dan Agus menyelamatkan Aji dan Ari dengan sebatang pohon pisang.
  “ Ji, Ar, kalian pegangan ke pohon pisang ini !!” Teriak Agus.
   Akhirnya kita bisa selamat dari arus yang sangat deras.
   “ Alhamdulillah kita bisa selamat, terima kasih kawan.” Ucapku.
  “ Kita jangan lagi pergi jauh-jauh dari rumah.” Ucap Ari dengan muka seperti akan nangis.
   “ yap, betul. Tadi Aku seperti tidak bernyawa lagi” Ucap Aji.
   “ Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan. Sebentar lagi sampai rumah.” Ucap Doni.
Walaupun jantung kami berdetak dag dig dug sangat kencang, kami melanjutkan perjalanan pulang.
    Setelah kejadian itu, kami tidak berani lagi bermain jauh-jauh dari rumah dan di Sungai pada saat hujan.

Amanat
1.     Sebaiknya kita kalau akan pergi, harus izin dahulu kepada orang tua dan izinya harus jelas serta harus mendengar perkataan orang tua.
2.     Kalau masih anak-anak perginya jangan jauh-jauh dari rumah.




Terima kasih atas kunjungannya.

Kerangka Pidato dan Teks Pidato



Kerangka pidato
Tema : Tanah Longsor
1.     Salam pembuka
2.      Sapaan ; A. Wali kelas IX-C
                B. Teman-teman kelas IX-C
3. Ucapan terima kasih : A. Tuhan YME
                                                   B. Nabi Muhammad SAW
                                                   C. Panitia
                                                   D. Tamu undangan
4. Pengantar materi
5. A. Pengertian dan macam-macam Tanah Longsor
    B. Penyebab Tanah Longsor
    C. Tanda-tanda Tanah Longsor
    D. Pencegahan Tanah Longsor
6. Simpulan : A. Harapan
                            B. Saran
                            C. Ajakan
                            D. Permohonan maaf
                            E. Ucapan terima kasih
7. Salam penutup


Assalamu’alaikum wr.wb

      Yang terhormat Walikelas IX C, Serta teman – teman yang saya sayangi. Pertama – tama marilah kita panjatkan Puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul bersama. Sholat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi agung muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang ini. Saya ucapakan terima kasih kepada rekan-rekan panitia yang telah mempersipkan acara ini dan juga saya berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan untuk hadir pada acara hari ini. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang Tanah longsor. Di Indonesia, terdapat ratusan lokasi rawan longsor dengan kerugian setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah. Contohnya yang baru terjadi dan memakan korban jiwa cukup banyak yaitu di Desa Jemblung, kec.Karangkobar,kab.Banjarnegara.
      Tanah Longsor merupakan peristiwa terjadinya pergerakan tanah, seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah, yang terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Tanah longsor umumnya terjadi dikawasan pegunungan.
      Tanah longsor mempunyai beberapa jenis longsoran diantaranya : longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan.
    Faktor penyebab Tanah Longsor, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu faktor alam dan faktor manusia.
1). Faktor alam contohnya : gempa bumi, curah hujan yang tinggi, lereng yang curam, dan getaran lalu lintas kendaraan.
2). Faktor manusia contohnya: Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal, penimbunan tanah urugan di daerah lereng, penggundulan hutan, budidaya kolam ikan diatas lereng, dan sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
    Tanda-tanda tanah longsor yaitu sebagai berikut : munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba,tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan, runtuhnya bagian tanah dalam jumlah besar,pohon/tiang listrik banyak yang miring, halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles.
      Tanah Longsor dapat dicegah dengan berbagai cara, diantaranya: Membuat Terasering, tidak membuka lahan persawahan dan membuat kolam di lereng bagian atas, secepat mungkin menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan tersebut, tidak melakukan penebangan pohon secara liar, tidak menggali tanah dibawah lereng terjal, tidak membangun rumah dibawah tebing dan tepi sungai yang rawan erosi.
     Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Tanah Longsor dapat dicegah dengan berbagai cara. Namun bagi warga yang dekat dengan daerah rawan Longsor sebaiknya waspada jika ada tanda-tanda akan terjadinya Longsor dan sesegera mungkin meninggalkan tempat itu.
    Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, dengan penuh harapan semoga kita semua dapat mengambil intisari dari pembahasan  tersebut. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bilahi toufiq walhidayah, wassalamu’alaikum wr.wb.