Pages

Sabtu, 14 Februari 2015

Kerangka Pidato dan Teks Pidato



Kerangka pidato
Tema : Tanah Longsor
1.     Salam pembuka
2.      Sapaan ; A. Wali kelas IX-C
                B. Teman-teman kelas IX-C
3. Ucapan terima kasih : A. Tuhan YME
                                                   B. Nabi Muhammad SAW
                                                   C. Panitia
                                                   D. Tamu undangan
4. Pengantar materi
5. A. Pengertian dan macam-macam Tanah Longsor
    B. Penyebab Tanah Longsor
    C. Tanda-tanda Tanah Longsor
    D. Pencegahan Tanah Longsor
6. Simpulan : A. Harapan
                            B. Saran
                            C. Ajakan
                            D. Permohonan maaf
                            E. Ucapan terima kasih
7. Salam penutup


Assalamu’alaikum wr.wb

      Yang terhormat Walikelas IX C, Serta teman – teman yang saya sayangi. Pertama – tama marilah kita panjatkan Puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul bersama. Sholat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi agung muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang ini. Saya ucapakan terima kasih kepada rekan-rekan panitia yang telah mempersipkan acara ini dan juga saya berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan untuk hadir pada acara hari ini. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang Tanah longsor. Di Indonesia, terdapat ratusan lokasi rawan longsor dengan kerugian setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah. Contohnya yang baru terjadi dan memakan korban jiwa cukup banyak yaitu di Desa Jemblung, kec.Karangkobar,kab.Banjarnegara.
      Tanah Longsor merupakan peristiwa terjadinya pergerakan tanah, seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah, yang terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Tanah longsor umumnya terjadi dikawasan pegunungan.
      Tanah longsor mempunyai beberapa jenis longsoran diantaranya : longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan.
    Faktor penyebab Tanah Longsor, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu faktor alam dan faktor manusia.
1). Faktor alam contohnya : gempa bumi, curah hujan yang tinggi, lereng yang curam, dan getaran lalu lintas kendaraan.
2). Faktor manusia contohnya: Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal, penimbunan tanah urugan di daerah lereng, penggundulan hutan, budidaya kolam ikan diatas lereng, dan sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
    Tanda-tanda tanah longsor yaitu sebagai berikut : munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba,tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan, runtuhnya bagian tanah dalam jumlah besar,pohon/tiang listrik banyak yang miring, halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles.
      Tanah Longsor dapat dicegah dengan berbagai cara, diantaranya: Membuat Terasering, tidak membuka lahan persawahan dan membuat kolam di lereng bagian atas, secepat mungkin menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan tersebut, tidak melakukan penebangan pohon secara liar, tidak menggali tanah dibawah lereng terjal, tidak membangun rumah dibawah tebing dan tepi sungai yang rawan erosi.
     Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Tanah Longsor dapat dicegah dengan berbagai cara. Namun bagi warga yang dekat dengan daerah rawan Longsor sebaiknya waspada jika ada tanda-tanda akan terjadinya Longsor dan sesegera mungkin meninggalkan tempat itu.
    Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, dengan penuh harapan semoga kita semua dapat mengambil intisari dari pembahasan  tersebut. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bilahi toufiq walhidayah, wassalamu’alaikum wr.wb.
   

0 komentar: