Kerangka pidato
Tema : Tanah Longsor
1.
Salam pembuka
2.
Sapaan ; A. Wali kelas IX-C
B. Teman-teman kelas IX-C
3. Ucapan terima kasih : A. Tuhan YME
B. Nabi Muhammad SAW
C. Panitia
D. Tamu undangan
4. Pengantar materi
5. A. Pengertian dan
macam-macam Tanah Longsor
B. Penyebab Tanah Longsor
C. Tanda-tanda Tanah Longsor
D. Pencegahan Tanah Longsor
6. Simpulan : A. Harapan
B. Saran
C.
Ajakan
D.
Permohonan maaf
E. Ucapan terima kasih
7. Salam penutup
Assalamu’alaikum
wr.wb
Yang terhormat Walikelas IX C, Serta
teman – teman yang saya sayangi. Pertama – tama marilah kita panjatkan Puja dan
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya,
sehingga kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul bersama. Sholat serta salam semoga selalu tercurah
kepada junjungan kita nabi agung muhammad SAW yang telah membawa kita dari
jaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang ini. Saya ucapakan terima kasih
kepada rekan-rekan panitia yang telah mempersipkan acara ini dan juga saya
berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan untuk hadir
pada acara hari ini. Pada kesempatan kali ini saya akan
menyampaikan pidato tentang Tanah longsor. Di Indonesia, terdapat ratusan
lokasi rawan longsor dengan kerugian setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah.
Contohnya yang baru terjadi dan memakan korban jiwa cukup banyak yaitu di Desa
Jemblung, kec.Karangkobar,kab.Banjarnegara.
Tanah Longsor merupakan peristiwa terjadinya
pergerakan tanah, seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah, yang
terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Tanah longsor umumnya terjadi
dikawasan pegunungan.
Tanah longsor mempunyai beberapa jenis
longsoran diantaranya : longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok,
runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan.
Faktor penyebab Tanah Longsor, dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu faktor alam dan faktor manusia.
1). Faktor alam
contohnya : gempa bumi, curah hujan yang tinggi, lereng yang curam, dan getaran
lalu lintas kendaraan.
2). Faktor manusia
contohnya: Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal,
penimbunan tanah urugan di daerah lereng, penggundulan hutan, budidaya kolam
ikan diatas lereng, dan sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang
aman.
Tanda-tanda tanah longsor yaitu sebagai
berikut : munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing
biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba,tebing
rapuh dan kerikil mulai berjatuhan, runtuhnya bagian tanah dalam jumlah besar,pohon/tiang
listrik banyak yang miring, halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles.
Tanah Longsor dapat dicegah dengan berbagai
cara, diantaranya: Membuat Terasering, tidak membuka lahan persawahan dan
membuat kolam di lereng bagian atas, secepat mungkin menutup retakan tanah dan
dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan tersebut, tidak
melakukan penebangan pohon secara liar, tidak menggali tanah dibawah lereng
terjal, tidak membangun rumah dibawah tebing dan tepi sungai yang rawan erosi.
Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Tanah
Longsor dapat dicegah dengan berbagai cara. Namun bagi warga yang dekat dengan
daerah rawan Longsor sebaiknya waspada jika ada tanda-tanda akan terjadinya
Longsor dan sesegera mungkin meninggalkan tempat itu.
Demikian yang dapat kami sampaikan pada
kesempatan kali ini, dengan penuh harapan semoga kita semua dapat mengambil
intisari dari pembahasan tersebut.
Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bilahi toufiq
walhidayah, wassalamu’alaikum wr.wb.






0 komentar:
Posting Komentar